Tampilkan postingan dengan label Teknik Modulasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Modulasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2012

Modulasi

Posted by Unknown  |  at  21.38

Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut Modulator, sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi awal disebut Demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses tersebut disebut Modem.
informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun data digital sehingga terdapat dua jenis modulasi:

  •  Analog
dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog.. teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog terbagi berdasarkan :

a. Modulasi Berdasarkan Sudut

  1.  Modulasi Fase(Phase Modulation-PM) 
  2.  Modulasi Frekuensi(Frequensi Modulation - FM)          
b.  Modulasi Amplitudo ( Amplitudo Modulation - AM)
 dalam AM sinyal analog terbagi kepada :

  1.  Double - Sideband Modulation with unsuppressed carrier(Used on the radio AM band)
  2.  Double - Sideband suppressed carrier transmission (DSB-SC)
  3.  Double - Sideband reduced carrier transmission(DSB-RC)
  4.  Singgle - Sideband Modulation (SSB or SSB-AM)
  5.  Vestigial - Sideband Modulation(VSB or VSB-AM)
  6.  Quardrature amplitude modulation(QAM)

  •  Digital
Dalam modulasi digital , suatu sinyal analog di - modulasi berdasarkan aliran data digital. Perubahan sinyal pembawa dipilih dari jumlah terbatas simbol alternatif. teknik yang umum dipakai dalam modulasi ini adalah :
  •  Phase Shift Keying(PSK) digunakan suatu jumlah terbatas bedasarkan fase.
  •  Frequensi Shift Keying (FSK) digunakan suatu jumlah terbatas bedasarkan frekuensi
  •  Amplitudo Shift Keying (ASK) digunakan suatu jumlah terbatas bedasarkan amplitudo
Keuntungan utama yang diperoleh dalam teknik modulasi pada komunikasi adalah :

  • Memungkinkan pengiriman sinyal lemah dengan membonceng gelombang pembawa yang berdaya tinggi (dapat diatur)
  • Reduksi ukuran antena karena pengiriman sinyal dilakukan melalui gelombang pembawa yang memiliki frekuensi tinggi
  •  Memungkinkan pengaturan dan alokasi daerah frekuensi terpisah bagi penyaluran sejumlah sinyal secara serempak melalui sebuah medium yang sama
  • memungkinkan pergeseran frekuensi sinyal kepada daerah frekuensi yang lebih mudah diolah oleh peralatan tersedia. 




Sabtu, 15 September 2012

Pengertian Low Pass Filter

Posted by Unknown  |  at  20.33


        Low Pass Filter memiliki tegangan output konstan dari DC (0Hz), sampai frekuensi Cut-off ditentukan, (ƒc) titik. Titik frekuensi cut-off adalah 0,707 atau-3dB (dB =-20Log Vout / Vin) dari gain tegangan diizinkan untuk lulus. Rentang frekuensi "di bawah" ini ƒc cut-off point umumnya dikenal sebagai Band Pass sebagai sinyal input diperbolehkan untuk melewati filter.

       Rentang frekuensi "di atas" titik cut-off umumnya dikenal sebagai Band Stop sebagai sinyal input diblokir atau dihentikan dari melewati. Sebuah rangkaian sederhana untuk low pass filter dapat dibuat dengan menggunakan sebuah resistor tunggal di seri dengan kapasitor non-terpolarisasi tunggal (atau komponen reaktif tunggal) di sebuah sinyal input Vin, sementara output sinyal Vout diambil dari seluruh kapasitor.

      Frekuensi cut-off atau-3dB, dapat ditemukan dengan menggunakan rumus, ƒc = 1 / (2πRC). Sudut fase dari sinyal output pada ƒc dan-45o untuk Low Pass Filter. Keuntungan dari filter atau penyaring dalam hal ini, umumnya dinyatakan dalam Decibel dan merupakan fungsi dari nilai output dibagi dengan nilai input yang sesuai dan diberikan sebagai:
    Gain in dB = 20 log vout
                                      vin

      Aplikasi pasif Filter Low Pass berada di amplifier audio dan sistem speaker untuk mengarahkan sinyal frekuensi bass yang lebih rendah untuk speaker bass yang lebih besar atau untuk mengurangi noise frekuensi tinggi atau "mendesis" distorsi jenis.
      Bila digunakan seperti ini di aplikasi audio filter lolos rendah kadang disebut "high-cut", atau "cut treble" filter. Jika kita membalikkan posisi dari resistor dan kapasitor dalam rangkaian sehingga tegangan keluaran sekarang diambil dari resistor, kita akan memiliki sirkuit yang menghasilkan frekuensi output kurva respons yang sama dengan yang dari Filter High Pass, dan ini dibahas di tutorial berikutnya.
       Singkatnya Filter Low Pass (LPF) adalah sebuah rangkaian yang tegangan keluarannya tetap dari DC naik sampai ke suatu frekuensi cut-off fc. Bersama naiknya frekuensi di atas fc, tegangan keluarannya diperlemah (turun).

    Low Pass Filter adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi rendah serta meredam atau menahan frekuensi tinggi. Bentuk respon LPF seperti ditunjukkan gambar di bawah ini.

Pita Lewat : Jangkauan frekuensi yang dipancarkan
Pita Stop : Jangkauan frekuensi yang diperlemah. 
Frekuensi cutoff (fc) : disebut frekuensi 0.707, frekuensi 3-dB, frekuensi pojok, atau frekuensi putus.



Jumat, 14 September 2012

Abstrak Prinsip Modulasi

Posted by Unknown  |  at  22.35


Abstrak
Prinsip-prinsip dasar suatu modulasi digital yaitu DPSK, QAM, FSK, dan VSAM, prinsip-prinsip ini memiliki bit-bit yang bekerja pada setiap tugasnya dan memiliki pengertian masing-masing dari setiap prinsip-prinsip modulasi. Pada transmisinya memakai gelombang dan sinyal yang memiliki pengertian, tugas, dan rumus persamaan untuk menghitung persamaan-persamaan yang ada pada setiap gelombang atau sinyal.
Kata Kunci: DPSK, QAM, FSK, VSAM, Sinyal


Pendahuluan
Dalam sebuah pengiriman data, harus memiliki modulasi yang akan membawa data yang akan dikirimkan oleh sender kepada detination, dalam bentuk bit-bit yang ikut dalam media pengiriman, dari itupun akan muncul prinsip-prinsip dan tugasnya masing-masing yang akan diperjelas pada tulisan berikutnya.
Pembahasan
Prinsip-prinsip dasar suatu modulasi digital yang akan dijelaskan dibawah ini:

DPSK
DPSK yaitu bit-bit yang di transmisikan bedasarkan antara nilai bit sebelumnya dengan bit yang sekarang, yang neniliki informasi digital di dalamnya pada setiap bit-bit tersebut[1].
DPSK di pakai karena proses demodulasi carrier wave pada modulasi PSK sulit dilakukan dikarenakan proses yang memiliki frekuansi dan frase yang sama untuk menghasilkan carrier wave yang sama persis, maka dari itu di gunakan modulasi DPSK untuk memudahkan modulasi informasi tersebut.

QAM (Quadrature Ampltude Modulation)
QAM di peroleh dari gabungan antara modulasi amplitude dan modulasi frase yang lain yang di oprasikan pada laju 1200 bit/detik keatas[2]. aliran bit data dikelompokan menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 4 bit, yang memiliki usyarat pembawa pada frekuensi yang sama, tetapi salah satu isyaat itu mempunyai perbedaan fase sebilanpuluh drajat dengan yang lainnya.
FSK (Frequncy Shift Keying Frequency Shift Keying)
FSK yang memungkinkan gelombang untuk modulasikan dirinyadengan cara menggeser frekuensi output gelombang pembawa, atau pengiriman memalui pengesahan frekuensi[3]. harga-harga yang telah ditentukan semula dengan gelombang output ang tidak mempunyai fase terputus-putus adalah hal yang dapat dilakukan dalam pengesahan tersebut[4]. Dalam proses ini gelombang pembawa digeser ke atas dan ke bawah untuk memperoleh bit 1 dan bit 0.

VSAM  (Vestigial Sideband Amplitude Modulation)
VSAM merupakan suatu teknik Modulasi yang dapat terjadi antara teknik Modulasi Digital SSB dan teknik modulasi DSBSC[5]. Teknik Modulasi ini juga sebagai perantara agar setiap frekuensi berada pada jalur atau mengikuti jejak suatu side band dengan side band sebelumnya.
Sinyal dan Gelombanng dalam penghantar transmisi data yaitu :
Sinyal continue, Sinyal diskrit, Gelombang sinus, Gelombang periodic, Gelombang square wave,
Sinyal continue, Sinyal diskrit, Gelombang sinus, Gelombang periodic, Gelombang square wave tentu saja memiliki perbedaan antara modulasinya dan bentuk sinyal tersebut, berikut ini penjelasan sekaligus gambar dari sinyal-sinyal tersebut.

Sinyal continue adalah intensitas sinyal dalam sinyal ini memiliki bentuk yang berubah-ubah dalam bentuk halus sepanjang waktu[1]. dengan kata lain sinyal continue ini tidak memiliki sinyal yang terputus atau discontinue. Berbeda dengan sinyal continue yang memiliki bentuk intesitas yang berubah-ubah, sinyal discrate dimana memiliki bentuk intensitas yang konstan dalam arti kata selama beberapa periode waktu mempertahankan level intensitasnyam dan kemudian berubah konstan ke level yang lainnya. Lain halnya dengan gelombang sinus, gelombang sinus adalah representasi matematis dari sebuah sinyal analog, yang amplitudo variasi dengan waktu dalam pola yang dapat diwakili oleh kurva fungsi sinus[5]. Kalau gelombang periodic adalah suatu situasi dimana mengulangi gelombang secara bersekala, dan teratur. Yang terakhir adalah gelombang kotak, Gelombang kotak merupakan bentuk umum gelombang yang lain. Pada dasarnya gelombang kotak adalah tegangan yang dihidupkan dan dimatikan (kondisi high dan low) pada interval yang teratur.
 
Gambar 1

Gambar diatas adalah gambar sebuah gelombang continue. Yang memiliki persamaan sebagai berikut :
[1]  
Gambar 2

Gambar diatas adalah sebuah gelombang diskrit yang memiliki persamaan sebagai berikut : [5]
 
Gambar 3
Gambar diatas adalah sebuah gelombang sinus yang memiliki persamaan sebagai
berikut :[2]
 
Gambar 4
Gambar diatas adalah sebuah gelombang periodik yang memiliki persamaan sebagai  berikut :[2]
 

Gambar 5
Gambar diatas adalah sebuah gelombang kotak yang memiliki persamaan sebagai  berikut :[1]
Kesimpulan
Prinsip-prinsip dasar suatu modulasi digital yaitu DPSK, QAM, FSK, dan VSAM, Pada transmisinya memakai gelombang dan sinyal yang memiliki pengertian, tugas, dan rumus persamaan.
Daftar Pustaka
[1]. Roden, Martin S (1996) analog and digital communication system, fourth edition.Presentice-hall International ich. United Stated of America
[2]. Stalling, William (2004) data and computer communication, seventh edition. Presentice-hall international ich. United Stated of America
[3]. Wiley, simon haykin jhon (1989) an introduction to analog and digital  Communication. Sons ich. United Stated of America
[4]. LA, Pipes and, LR Harvill (1981) applied mathematics for engineers and physicists. McGrawHill International Book ich. United Stated of America
[5]. Dony, ariyus and,  Andri,rum (2008) komunikasi data. andi. Yog

referensi tambahan tentang teknik modulasi yang bisa sobat download langsung :
Modulasi 1
Modulasi 2 - Digital_Modulation_Techniques1
Modulasi 3
Modulasi 4 - oksitam3
Kuliah 5 Modulasi pulsa

prinsip modulasi

Posted by Unknown  |  at  22.17


PRINSIP DASAR FM•
Pada modulasi frekuensi, amplitudo pembawa konstan tetapi frekuensi akan berubah sesuai dengan perubahan amplitudo isyarat pemodulasi.•Jika amplitudo pemodulasi meningkat, frekuensi pembawa akan lebih tinggi daripada frekuensi normalnya. Jika amplitudo pemodulasi turun, frekuensi pembawa akan lebih rendah daripada frekuensi normalnya. Dapat juga diterapkan untuk kondisi sebaliknya.•Perubahan frekuensi maksimum pada saat amplitudo pembawa maksimum disebut deviasi frekuensi .•Oleh karena frekuensi pembawa berubah mengikuti amplitudo pemodulasi maka frekuensi pembawa akan berayun di atas dan di bawah frekuensi normal sesuai dengan frekuensi pembawa.•Jumlah ayunan frekuensi pembawa dalam tiap detiknya disebut laju deviasi frekuensi.
MODULASI FASE•
Pada modulasi fase, isyarat pembawa mempunyai amplitudo tetap tetapi fasenya akan berubah sesuai dengan amplitudo isyarat pembawa.•Perlu diperhatikan, jika isyarat pemodulasi berubah-ubah secara kontinyu maka frekuensi isyarat pembawa juga berubah-ubah sesuai dengan laju perubahan amplitudo pemodulasi.•Pada saat amplitudo pemodulasi menurun dalam jangka waktu tertentu maka isyarat pembawa akan seperti direntang sehingga akan menimbulkan penurunan frekuensi pembawa, begitu juga sebaliknya.•Oleh karena pada modulasi fase juga menghasilkan perubahan frekuensi yang sesuai dengan perubahan amplitudo pemodulasi, maka modulasi FM juga dapat dihasilkan dari modulasi PM dengan suatu perlakuan tertentu.
Perbedaan FM dan PM •
Pada gambar di halaman berikutnya, ditunjukkan isyarat pemodulasi berupa isyarat segitiga yang terpangkas serta isyarat termodulasi FM dan PM•Pada periode t0, isyarat pembawa nol, sehingga kedua isyarat FM dan PM berupa isyarat pembawa pada frekuensi normal•Pada periode t1, amplitudo pemodulasi naik. Frekuensi isyarat pembawa pada FM maupun PM naik, tetapi dengan laju perubahan yang berbeda. Pada FM, frekuensi akan naik sesuai dengan amplitudo pemodulasi, sedangkan pada PM frekuensi akan naik sesuai dengan laju perubahan amplitudo pemodulasi•Pada periode t0, isyarat pembawa mempunyai amplitudo konstan positif, sehingga frekuensi kedua isyarat FM dan PM konstan, tetapi pada FM frekuensinya di atas frekuensi normal, sedangkan pada PM konstan dengan frekuensi normal.•Dan seterusnya.x

Subscribe
Get our latest posts directly in your email inbox.

Total Tayangan Halaman

Pengikut

back to top